Soal Menu Penyaluran, DPC-AMIRA Pertanyakan Transparansi SPPG Cikiruhwetan
Bantenupdate.com, Pandeglang - Penyaluran Makanan Bergizi Gratis oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cikiruhwetan, Desa Cikiruhwetan, Kecamatan Cikesik di pertanyakan sejumlah pihak lantaran menu MBG yang di terima oleh siswa Mts MA Hunibera hanya satu butir buah pir dan satu kotak susu Indomilk kemasan. Jum'at 24 April 2026
sala satu warga desa Cikiruhwetan yang enggan disebut namanya mengatakan bahwa benar, penyaluran MBG di Mts MA Hunibera yang diterima siswa hanya dua menu saja.
"Memang benar menu MBG yang diterima oleh siswa hanya dua, satu buah pir dan satunya lagi susu kotak kemasan Indomilk. kalau tidak salah itu menu tersebut diterima pada hari kamis 23 April 2026 yang disalurkan oleh SPPG Cikiruhwetan.
Lanjut, ia juga merasa heran dengan apa yang disalurkan SPPG Cikiruhwetan terkait menu MBG tersebut, harusnya setiap penyaluran dilakukan transparansi dengan cara menerapkan label harga pada setiap menu. agar tidak terjadi pertanyaan publik soal menu yang disalurkan.
"saya berharap pihak SPPG Cikiruhwetan dapat melakukan transparansi di setiap penyaluran MBG, karna kalau begitu terus akan dapat menimbulkan pertanyaan serius masyarakat, perihal anggaran yang dikelola oleh SPPG Cikiruhwetan. kami berharap keluhan ini bisa menjadi masukan dan evaluasi pada penyaluran MBG di Desa Cikiruhwetan Kecamatan Cikesik.tegasnya
Ketua Dewan Pengurus Cabang Angkatan Muda Indonesia Raya (DPC-AMIRA) Pandeglang Rohikmat mengatakan setiap SPPG sebagai pengelola anggaran negara harusnya sudah wajib menyampaikan kepada penerima manfaat atau masyarakat terkait rincian label harga pada setiap menu MBG yang diterima.
"ini anggaran negara yang di kelola oleh SPPG tidak boleh ditutup-tutupi mestinya harus dibuka agar supaya tidak terjadi pertanyaan dan penyalahgunaan dalam setiap penyaluran. sebagai langkah antisipasi harus pihak SPPG dapat menyampaikan informasi berkaitan dengan menu MBG" ucapnya
lebih lanjut, dalam waktu dekat ini DPC-AMIRA Pandeglang akan menyampaikan surat permohonan audiensi kepada pihak terkait guna mempertanyakan pengelolaan anggaran serta ijin yang sudah ditempuh oleh SPPG tersebut.
"Agenda tersebut bukan hanya membahas pada menu penyaluran di Mts MA Hunibera, tetapi juga mempertanyakan informasi mengenai data ijin PBG, SLF, AMDAL dan IPAL."tutupnya.(Red)






