GWI Soroti Pekerjaan Peningkatan Dan Rehabilitasi Jaringan Tersier Daerah Irigasi Tahap III Penyedia Jasa PT.Waskita Karya Diduga Kuat Asjad.
Bantenupdate.com
Pandeglang-Banten / Dalam pengerjaan peningkatan dan rehabilitasi jaringan tersier daerah irigasi tahap III di provinsi Banten tepatnya di kampung kupluk Desa Menes kecamatan Menes kabupaten Pandeglang-Banten yang di kerjakan oleh PT.Waskita Karya ( Persero) tbk. Pengguna Jasa : Satuan kerja operasi dan pemeliharaan SDA Cidanau-Ciujung-Cidurian. Dengan No kontrak: HK.01.02/01//INPRES.T3/A.z.05.2/XI/2025 Dan Nilai anggaran Rp.9 miliar tujuh ratus tujuh puluh lapangan juta lebih diduga kuat dalam pengerjaannya ASJAD alias asal jadi dan dan tidak mementingkan kualitas dan kuantitasnya serta diduga para pekerja tidak di lengkapi APD.
Pasalnya." Saat tim investigasi Gabungnya Wartawan Indonesia (GWI) DPC pandeglang mendatangi lokasi pekerjaan dan hasil penelusuran mendapatkan kesimpulan:
1.Diduga para pekerja tidak di lengkapi alat pelindung diri (APD)
2.Diduga pengerjaan irigasi tersebut tidak di gali terlebih dahulu.
3.Diduga pemasangan batu pada kontruksi irigasi tidak menggunakan adukan semen sebagaimana standar teknis, Melainkan batu hanya tampak ditempelkan diatas permukaan tanah tanpa ikatan kontruksi yang memadai.
4.Pekerjaan terkesan dipaksakan dan tidak dilakukan dengan standar kualitas yang layak, Sehingga berpotensi menyebabkan kerusakan dini serta tidak optimalnya fungsi irigasi.
Inisial Uu disinyalir sebagai pengawas pekerja di lapangan saat di konfirmasi mengatakan." Ini pekerjaan punya PT.Waskita cuman disubkon kan ke kelompok tani karya Mukti I dan pihak Waskita juga mengawasi paling lambat 2 hari sekali.Di Menes ada 4 titik, Bahasa pihak PT bilangnya Kelompok mah tenang saja hanya kerja kalau ada yang datang tanggung jawab kami ucap inisial Uu.

Raeynold Kurniawan Ketua Gabungannya Wartawan Indonesia (GWI) Pandeglang angkat bicara." Atas dugaan-dugaan tersebut yang sudah dilengkapi oleh tim investigasi GWI.Dari dokumentasi video maupun fhoto, Jelas diduga kuat banyak sekali pelanggaran yang dalam pelaksanaannya dari tidak sesuai spek,APD,Dan pekerjaan yang diduga terkesan dipaksakan hanya kejar target tanpa mementingkan kualitas dan kuantitasnya,Dan kami sangat menyayangkan hal tersebut tegasnya.
Lanjut Raeynold mengatakan." Kami hanya menanyakan pengawasan pihak PT dan pihak dinas seperti apa,Mengawasi apa melakukan pembiaran dengan melihat pekerjaan yang diduga tidak sesuai spesifikasi ini.Kami pastikan dari GWI akan mengawal trus terkait dugaan-dugaan dalam pekerjaan tersebut pungkasnya.
Hudori

Raey 




