DPC AMIRA Minta BGN Lakukan Evaluasi Terkait Tatakelola & Tutup Penerima Manfaat, Diduga Penyaluran MBG Di Pandeglang Sembraut
Bantenupdate.com, Pandeglang, Banten | Tata kelola dan pembagian Penerima manfaat Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten yang sembraut dan tidak mengacu ke Juknis BGN, memicu kritik tajam dari sejumlah kalangan masyarakat.
Hal tersebut menyusul adanya temuan pengiriman MBG dari SPPG Sindanglaya 02 Desa Sindanglaya Kecamatan Pagelaran ke Desa Bulagor Kecamatan Pagelaran yang jarak distribusinya -+ 11 KM, dan juga Sekolah SMAN 11 Pandeglang yang berada di wilayah Kecamatan Cikedal dilayani oleh SPPG Karya Bakti Jipuy yang berada di Kecamatan Jiput.
Rohikmat, Ketua DPC AMIRA menilai buruk dan lemahnya koordinasi serta pengaturan distribusi antarpihak. Yakni, Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang bertugas sebagai Kepala SPPG di setiap dapur MBG, Korcam, Kareg dan BGN terkait titik pembagian Penerima manfaat.
Pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kabupaten Pandeglang sembarut atau tidak sesuai dengan ketentuan BGN, SMAN 11 Pandeglang yang berlokasi di Kecamatan Cikedal menerima kiriman menu MBG dari SPPG Karya Bakti Jiput yang berdomisili di Kecamatan Jiput, juga Sekolah di Desa Bulagor dikirim oleh SPPG Sindanglaya yang jaraknya -+ 11 kilometer dengan jarak tembuh -+ 26 menit, yang dapat berpotensi makanan basi padahal ada SPPG yang dekat dengan Desa Bulagor seperti SPPG Surakarta dan Pagelaran.
“Saya menilai tata kelola SPPG di Kabupaten Pandeglang sembraut dan tidak sesuai juknis BGN, masa SMAN 11 Pandeglang yang berlokasi di wilayah Desa Cening Kecamatan Cikedal di layani oleh SPPG Karya Bakti Jiput, padahal di Desa Cening sendiri ada SPPG, dan juga Desa Bulagor dilayani oleh SPPG Sindanglaya 02, malah yang dekat sindanglaya dilayani oleh SPPG Bama dan Pagelaran, ini jelas tidak sesuai juknis BGN" paparnya.
Rohikmat, mengatakan Kepala SPPG, ahli gizi, Korcam, Korwil dan Kareg perlu melakukan asesmen secara matang, dan disampaikan ke BGN terutama dalam menentukan kapasitas makanan yang dimasak dan wilayah distribusinya juga terkait pemetaan distribusi jangan sampai menambrak peraturan.
"Dapur MBG sudah ada di Desa Cening Kecamatan Cikedal jauh sebelum SPPG Karya Bakti berdiri. Ada SPPInya tapi distribusi ke SMAN 11 Pandeglang dari SPPG diluar Kecamatan Cikedal, ini gimana koordinasinya antar SPPI, Paparnya, Rabu (09/09/2026).
Volume dan Jarak Distribusi MBG Perlu Dievaluasi, Menurut Rohikmat, pengelola MBG tidak hanya perlu menghitung jumlah makanan yang harus dimasak tapi juga juknis BGN terkait wilayah distribusi juga harus diperhatikan.
Dalam Penetuan wilayah distribusi juga hanya mempertimbangkan jarak pengiriman dari lokasi SPPG menuju penerima manfaat tapi juga harus sesuai juknis
"Jarak distribusi MBG di Kabupaten Pandeglang perlu di tata ulang, masa Sekolah yang berada di kecamatan Cikedal di layani oleh SPPG yang ada di kecamatan Jiput, dan jarak distribusi MBG Ke Desa Bulagor oleh SPPG Sindanglaya 02" jelasnya.
Ia menilai faktor tersebut perlu mendapat perhatian agar pengelolaan program MBG di kabupaten Pandeglang berjalan lebih baik.
Rohikmat, juga menilai pemerintah dalam hal ini satgas MBG Kabupaten Pandeglang, Korwil dan Korcam Jiput, Cikedal dan Pagelaran perlu melakukan pemetaan wilayah untuk menentukan titik distribusi masing-mading Satuan Pelayanan Pemenuhan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pemetaan itu penting agar tidak melanggar juknis BGN dan kapasitas produksi makanan sesuai dengan wilayah distribusinya.
Lanjut Rohikmat, bukan hanya di Kecamatan Cikedal dan Pagelaran rata-rata di Kabupaten Pandeglang lokasi distribusi MBG oleh SPPG sembraut dan tidak mengacu pada jarak dan lokasi.
Doni Hermawan, Wakil Satgas MBG Pandeglang saat di konfirmasi oleh awak media perihal SMAN 11 Pandeglang yang berlokasi di Kecamatan Cikedal tapi dilayani oleh SPPG Karya Bakti Jiput Menyampaikan.
"Tar kita cek"
"Kesimpulan, korcam jiput dan korcam cikedal sudah tegas.. namun resisten mitranya. Demikian pak Asda, Nah kebetulan per Minggu kemaren, saat zoom dengan Kabadan, korcam sudah tidak memiliki hak untuk mengatur KPM pak Asda, Jadi hrs nunggu pembagian dr pusat, Akan tetapi, dulu... Sblm ada aturan baru, Upaya2 untuk melepas PM cikedal sudah di tempuh namun oknum mitra ttp tidak mau melepas." Balasnya meneruskan chat dengan Korcam Jiput dan KSPPG.
PIC SPPG Sindanglaya 02 saat dikonfirmasi oleh awak media terkait distribusi MBG ke Desa Bulagor Lebih dari 11 KM dan waktu tempuh lebih dari 26 menit menyampaikan.
"Kami mitra sudah mengadakan rapat pembagian Penerima Manfaat, tapi yang terjadi masih sama, kami SPPG Sindanglaya 02 siap walau harus melayani yang jauh, harapan kami pembagian PM sesuai jarak aman sesuai kenentuan, tapi sekarang Penentuan PM kami menggu instruksi dari BGN" balasnya.
Salah satu masyarakat cikedal saat wawancara terkait dengan distribusi MBG Ke SMAN 11 Pandeglang oleh awak media menyampaikan bahwa kami heran Sekolah yang ada di wiliayah Cikedal di layani oleh SPPG Karya Bakti jiput padahal di Desa Cening ada SPPG yang sudah lama berdiri, yang saya dengar SPPG Karya Bakti juga melayani Penerima Manfaat di Kecamatan Pulosari.
"Saya aneh aja pak, SPPG Karya Bakti Jiput bisa Melayani Penerima Manfaat di Cikedal dan Pulosari padahal di dua lokasi tersebut ada dapur MBGnya, gimana pengaturanya dan apa bisa gitu, berarti bebas kita mau ambil Penerima Manfaat dimana aja ya pak" paparnya.
Kami DPC AMIRA Pandeglang meminta kepada BGN, Satgas MBG Pandeglang, Kareg Banten dan Korwil Pandeglang agar melakukan penataan ulang pembagian Penerima Manfaat MBG di Kecamatan Cikedal, Jiput dan Pagelaran yang dinilai sembaraut, juga memberikan sangsi tegas kepada SPPG Karya Bakti Jiput kalau terbukti melanggar langgar Juknis BGN. Tutupny. (Red)

Admin Bantenupdate 



