Distribusi Dapur MBG Karya Bakti Jiput Ke SMAN 11 Pandeglang Jadi Sorotan, DPC Amira Pandeglang Minta BGN, Kareg, Korwil & Satgas Lakukan Evaluasi

Distribusi Dapur MBG Karya Bakti Jiput  Ke SMAN 11 Pandeglang Jadi Sorotan, DPC Amira Pandeglang Minta BGN, Kareg, Korwil & Satgas Lakukan Evaluasi
Foto ilustrasi

Bantenupdate.com, Pandeglang, Banten | Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pandeglang, Banten memicu kritik tajam dari sejumlah kalangan masyarakat. 

Hal tersebut menyusul adanya temuan pengiriman MBG di wilayah Kecamatan Cikedal oleh SPPG yang berada di Kecamatan Jiput.

Rohikmat, Ketua DPC AMIRA menilai buruk dan lemahnya koordinasi serta pengaturan distribusi antarpihak. Yakni, Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang bertugas sebagai Kepala SPPG di setiap dapur MBG. 

Lajut Rohikmat, Pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kabupaten Pandeglang sembarut atau tidak sesuai dengan ketentuan BGN, SMAN 11 Pandeglang yang berlokasi di Kecamatan Cikedal menerima kiriman menu MBG dari SPPG Karya Bakti Jiput yang berdomisili di Kecamatan Jiput.

“Saya menilai tata kelola SPPG di Kabupaten Pandeglang sembraut dan tidak sesuai juknis BGN, masa SMAN 11 Pandeglang yang berlokasi di wilayah Desa Cening Kecamatan Cikedal di layani oleh SPPG Karya Bakti Jiput, padahal di Desa Cening sendiri ada SPPG" paparnya.

Rohikmat, mengatakan Kepala SPPG, ahli gizi, Korcam dan Korwil perlu melakukan asesmen secara matang, terutama dalam menentukan kapasitas makanan yang dimasak dan wilayah distribusinya juga terkait pemetaan distribusi jangan sampai menambrak peraturan.

"Dapur MBG sudah di Kecamatan Cikedal jauh sebelum SPPG Karya Bakti berdiri. Ada SPPInya tapi distribusi ke SMAN 11 Pandeglang dari SPPG diluar Kecamatan Cikedal, ini gimana koordinasinya antar SPPI, Paparnya, Rabu (09/09/2026).

Volume dan Jarak Distribusi MBG Perlu Dievaluasi

Menurut Rohikmat, pengelola MBG tidak hanya perlu menghitung jumlah makanan yang harus dimasak tapi juga juknis BGN terkait wilayah distribusi juga harus diperhatikan.

Dalam Penetuan wilayah distribusi bukan hanya mempertimbangkan jarak pengiriman dari lokasi SPPG menuju penerima manfaat tapi juga harus sesuai juknis

"Jarak distribusi MBG di Kabupaten Pandeglang perlu di tata ulang, masa Sekolah yang berada di kecamatan Cikedal di layani oleh SPPG yang ada di kecamatan Jiput" jelasnya.

  

Ia menilai faktor tersebut perlu mendapat perhatian agar pengelolaan program MBG di kabupaten Pandeglang berjalan lebih baik.

Rohikmat, juga menilai pemerintah dalam hal ini satgas MBG Kabupaten Pandeglang, Korwil dan Korcam Jiput juga Cikedal perlu melakukan pemetaan wilayah untuk menentukan titik distribusi masing-mading Satuan Pelayanan Pemenuhan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pemetaan itu penting agar tidak melanggar juknis BGN dan kapasitas produksi makanan sesuai dengan wilayah distribusinya.

 

Lanjut Rohikmat, bukan hanya di Kecamatan Cikedal rata-rata di Kabupaten Pandeglang lokasi distribusi MBG oleh SPPG sembraut dan tidak mengacu pada jarak dan lokasi.

Doni Hermawan, Wakil Satgas MBG Pandeglang saat di konfirmasi oleh awak media perihal SMAN 11 Pandeglang yang berlokasi di Kecamatan Cikedal tapi dilayani oleh SPPG Karya Bakti Jiput Menyampaikan.

"Tar kita cek"

"Kesimpulan, korcam jiput dan korcam cikedal sudah tegas.. namun resisten mitranya. Demikian pak Asda, Nah kebetulan per Minggu kemaren, saat zoom dengan Kabadan, korcam sudah tidak memiliki hak untuk mengatur KPM pak Asda.

Jadi hrs nunggu pembagian dr pusat, Akan tetapi, dulu... Sblm ada aturan baru, Upaya2 untuk melepas PM cikedal sudah di tempuh namun oknum mitra ttp tidak mau melepas." Balasnya meneruskan chat dengan Korcam Jiput dan KSPPG.

Kami DPC AMIRA Pandeglang meminta kepada BGN, Satgas MBG Pandeglang, Kareg Banten dan Korwil Pandeglang agar melakukan penataan ulang pembagian Penerima Manfaat MBG di Kecamatan Cikedal dan Jiput yang dinilai sembaraut, juga memberikan sangsi tegas kepada SPPG Karya Bakti Jiput yang diduga langgar Juknis BGN. Tutupny. (Red)