AKSI ANGGOTA DPRD PANDEGLANG MIFTAHUL FARID ASYIK SCROLL GADGET SAAT PARIPURNA MENUAI KRITIK PEDAS AKTIVIS GANJA

AKSI ANGGOTA DPRD PANDEGLANG MIFTAHUL FARID ASYIK SCROLL GADGET SAAT PARIPURNA MENUAI KRITIK PEDAS AKTIVIS GANJA

Bantenupdate.com, PANDEGLANG — Sebuah rekaman video yang memperlihatkan dugaan sikap tidak disiplin dari oknum wakil rakyat kembali memicu gejolak dan sorotan publik. Dalam video yang tengah tular di berbagai platform media sosial, tampak Anggota DPRD Kabupaten Pandeglang dari Fraksi Partai Golkar, Miftahul Farid, sedang asyik memegang dan menggulir (scroll) layar gawai (gadget) miliknya di tengah berjalannya Rapat Paripurna. Jum'at 14-Agustus-2026

Aksi tersebut mendadak viral hingga menuai gelombang kritik pedas, salah satunya datang dari Avrizal," Gerakan Aliansi Jaringan Aktivis (GANJA). Mereka menilai tindakan oknum anggota dewan dari Fraksi Golkar tersebut sangat tidak pantas dan mencerminkan matinya rasa kepedulian terhadap amanah rakyat.

Kecaman Keras dari Aktivis GANJA

Perwakilan Gerakan Aliansi Jaringan Aktivis (GANJA) menegaskan bahwa forum Rapat Paripurna merupakan agenda krusial dan sakral yang membahas kebijakan daerah serta masa depan masyarakat Pandeglang, sehingga tidak sepatutnya ternoda oleh perilaku acuh tak acuh.

"Sangat disayangkan dan memprihatinkan. Ketika masyarakat Pandeglang menaruh harapan besar agar aspirasinya diperjuangkan dalam sidang paripurna, oknum anggota dewan justru tampak sibuk dan asyik dengan gawai pribadinya. Ini bentuk penurunan etika, profesionalisme, serta ketidakhormatan terhadap forum resmi negara," tegas juru bicara GANJA.

Desakan Tindakan Etik dari Badan Kehormatan

Maraknya tayangan video tersebut membuat GANJA secara tegas mendesak pimpinan DPRD Kabupaten Pandeglang beserta Badan Kehormatan (BK) DPRD untuk segera memanggil dan mengambil tindakan disiplin terhadap Miftahul Farid. Selain itu, pimpinan Fraksi Partai Golkar juga didorong untuk memberikan teguran keras kepada anggotanya agar menjaga marwah partai dan lembaga legislatif.

" Avrizal menilai jika tindakan seperti ini dibiarkan tanpa adanya sanksi tegas, maka kepercayaan masyarakat terhadap kinerja DPRD Kabupaten Pandeglang akan semakin tergerus.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat dan jajaran aktivis menunggu tanggapan resmi serta langkah konkret dari pihak DPRD maupun Fraksi Partai Golkar terkait insiden tersebut.(Red)