JANGAN DIAM TERHADAP KETIDAKADILAN, GERAKAN RAKYAT PANDEGLANG MELAWAN SERUKAN MASYARAKAT KAWAL APBD
Bantenupdate.com, PANDEGLANG — Gerakan Rakyat Pandeglang Melawan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal penggunaan APBD Kabupaten Pandeglang, khususnya terkait prioritas anggaran pembangunan dan fasilitas anggota DPRD Pandeglang. Rabu,(21/10/26)
Inisiator Gerakan Rakyat Pandeglang Melawan, Rohmat, menyoroti anggaran penanganan jalan rusak yang disebut hanya sekitar Rp9 miliar, dengan kemampuan penanganan paling banyak sekitar 20 kilometer.
Di sisi lain, Rohmat menyoroti anggaran tunjangan perumahan anggota DPRD Pandeglang yang mencapai sekitar Rp12,7 miliar pada tahun 2026.
“Ini bukan sekadar soal besar kecilnya anggaran. Pertanyaannya adalah keberpihakan. Ketika masyarakat masih menghadapi jalan rusak, kita harus bertanya apakah prioritas anggaran sudah benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat,” ujar Rohmat.
Menurut Rohmat, masyarakat memiliki hak untuk mengetahui secara terbuka bagaimana uang rakyat direncanakan, dialokasikan, dan digunakan.
Ia meminta pemerintah daerah dan DPRD Pandeglang memberikan transparansi dan penjelasan kepada publik mengenai dasar penganggaran tunjangan perumahan tersebut serta membandingkannya dengan kebutuhan pembangunan yang langsung dirasakan masyarakat.
AJAK RAKYAT BERGERAK
Rohmat mengajak masyarakat Pandeglang untuk tidak apatis terhadap persoalan anggaran daerah.
“Jangan diam melihat ketidakadilan. Mari kita kawal APBD bersama-sama. Gerakan rakyat harus dilakukan secara damai, tertib, berdasarkan data dan melalui jalur yang konstitusional,” tegasnya.
Ia menambahkan, kritik terhadap pemerintah dan DPRD bukan berarti memusuhi lembaga negara. Justru, menurutnya, kritik publik merupakan bagian dari kontrol masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan.
“Lawan kezaliman bukan dengan kekerasan. Lawan dengan keberanian, data, suara rakyat dan pengawasan. Uang rakyat harus kembali untuk kepentingan rakyat,” kata Rohmat.
Gerakan Rakyat Pandeglang Melawan juga menyerukan kepada pemuda, mahasiswa, aktivis, tokoh masyarakat, buruh, petani, nelayan dan seluruh masyarakat Pandeglang untuk ikut mengawasi kebijakan anggaran daerah.
“Kami mengajak rakyat bersatu. Kalau ada kebijakan yang perlu dipertanyakan, kita pertanyakan. Kalau ada anggaran yang perlu diawasi, kita awasi. Jangan biarkan rakyat hanya menjadi penonton ketika uang rakyat dikelola,” pungkas Rohmat.(Red)

Admin Bantenupdate 



