Tiba di Tanah Air, Jemaah Haji Pandeglang Beri Catatan Soal Jarak Hotel yang Terlalu Jauh

Tiba di Tanah Air, Jemaah Haji Pandeglang Beri Catatan Soal Jarak Hotel yang Terlalu Jauh

Bantenupdate.com, PANDEGLANG – Suasana haru dan bahagia mewarnai kedatangan rombongan pertama jemaah haji asal Kabupaten Pandeglang di halaman Pendopo Bupati Pandeglang pada Sabtu (20/6/2026) sore.

Ratusan sanak keluarga yang telah menunggu sejak siang langsung menyambut hangat para jemaah yang baru saja menyelesaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci. Rombongan perdana yang tiba ini merupakan Kelompok Terbang (Kloter) 13 dengan total 384 jemaah. Manifestasi penumpang terdiri atas 163 jemaah laki-laki dan 221 jemaah perempuan.

Kloter 13 yang diberangkatkan pada 9 Mei lalu ini berhasil mendarat kembali di Tanah Air dalam kondisi fisik yang sehat. Salah seorang jemaah asal Angsana, H. Maksum Mansyur, menyatakan rasa syukur mendalam karena berhasil menuntaskan seluruh rangkaian ibadah di Arab Saudi. Ia sendiri telah mengantre selama 13 tahun sejak tahun 2013 untuk bisa berangkat haji.

Menurutnya, pelayanan akomodasi hotel, konsumsi di Arafah dan Mina, hingga kesiapsiagaan petugas pendamping di lapangan berjalan sangat memuaskan dan lancar. Faktor cuaca ekstrem di Arab Saudi yang sempat menyentuh angka 42 derajat Celsius juga dapat diantisipasi dengan baik berkat adanya regulasi pembatasan aktivitas luar ruangan.

"Alhamdulillah lancar tidak ada kendala apa pun. Pelayanan petugas sangat baik dan memuaskan. Hotel-hotelnya bersih, lalu jamuannya di Arafah, Mina, dan Masjidil Haram juga sangat luar biasa. Cuaca lumayan panas sampai 42 derajat, cuma kalau sedang panas kami dilarang keluar," ujar H. Maksum seusai disambut sanak keluarga.

Meski demikian, H. Maksum memberikan catatan terkait jarak penempatan hotel yang dinilai terlalu jauh dari Masjidil Haram, yakni mencapai 13,5 kilometer. Ia pun berharap ada evaluasi dari pihak terkait untuk musim haji berikutnya.

"Untuk ke depannya, saya sarankan kepada Kementerian Agama atau pihak penyelenggara haji agar penempatan hotel jangan terlalu jauh dengan Masjidil Haram, khususnya untuk jemaah haji asal Kabupaten Pandeglang," tuturnya.

Kebahagiaan serupa juga dirasakan oleh Anggota DPRD Pandeglang, Habibi, yang merupakan adik kandung dari H. Maksum. Ia mengaku sangat bahagia bisa melihat kakaknya kembali berkumpul bersama keluarga besar dalam keadaan sehat walafiat. Komunikasi intensif memanfaatkan fitur panggilan video (video call) setiap hari menjadi pengobat rindu utama selama sang kakak berada di Makkah.

"Sedih, haru, sekaligus bahagia akhirnya kakak saya bisa kembali ke Tanah Air dengan keadaan sehat dan bisa berkumpul lagi bersama keluarga. Selama di Arab Saudi, kami rutin menghubungi lewat video call memanfaatkan waktu luang," kata Habibi.

Habibi menjelaskan bahwa pihak keluarga akan langsung membawa sang kakak pulang ke rumah untuk mengadakan acara syukuran bersama tetangga sekitar. Momentum kepulangan ini diiringi harapan agar ia dan anggota keluarga lainnya dapat segera menyusul berangkat ke Tanah Suci pada musim haji mendatang.
"Doanya semoga beliau benar-benar sehat, dan keluarga yang lain bisa ikut ke sana, bisa menyusul. Aamiin," ucap Habibi.

Untu diketahui, berdasarkan informasi yang dihimpun tim media, Kantor Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Pandeglang menjadwalkan pemulangan sisa jemaah haji yang tergabung dalam Kloter 17 dan Kloter 23 secara berangsur. Proses penjemputan lanjutan bagi sisa jemaah tersebut dipersiapkan masing-masing pada tanggal 24 dan 28 Juni 2026 mendatang

Reporter: (Mariah)

Editor: Dadi